Jumat, 20 Februari 2015

Undername Impor

Pusing mengurus perijinan impor ??

Kami mempunyai perijinan impor, siap undername dan QQ pajak dengan perusahaan anda.

Perijinan yang kami miliki, sbb :

- NPIK Elektronik
- NPIK Alas Kaki
- NPIK Pakaian Jadi

- IT Elektronik
- IT Alas Kaki
- IT Pakaian Jadi

Kami juga siap untuk membantu pengurusan General Cargo lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami...


085210023774

Yohanes

Eksportir wajib LC & optimalkan rantai pasokan

Terhitung mulai 1 April tahun ini sejumlah komoditas ekspor wajib menggunakan L/C (letter of credit) untuk bertransaksi.
JAKARTA (Persbiro): Kementerian Perdagangan (Kemdag) kini telah menyiapkan peraturan baru bagi pelaku ekspor Indonesia.

Dalam peraturan ini, Kemdag menjadikan metode pembayaran melalui Letter of Credit (L/C) sebagai standar pembayaran.

Peraturan ini disampaikan Staf Ahli Mendag Bidang Kebijakan Perdagangan Luar Negeri dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Arlinda Imbang Jaya pada acara Coaching Clinic for Media yang diadakan Citi Indonesia, Kamis (12/2).

Melalui Permendag No 4 Tahun 2015, eksportir diwajibkan menggunakan L/C dalam transaksi ekspor impor.

Namun, tak semua eksportir diwajibkan untuk menggunakan L/C.

Sektor-sektor yang diwajibkan menggunakan L/C hanyalah sektor-sektor yang dianggap memiliki kontribusi besar bagi nilai total ekspor negara seperti mineral, batu bara, minyak dan gas bumi, serta hasil kelapa sawit yaitu CPO dan CPKO.

Peraturan ini akan efektif dijalankan oleh Kemendag sejak 1 April 2015 mendatang.

"Tak ada perpanjangan waktu untuk pemberlakuan peraturan ini. Oleh karena itu, seluruh eksportir barang komoditas diharapkan sudah menggunakan metode L/C sebelum tanggal diberlakukannya peraturan tersebut," tegas Arlinda.

Tujuan utama peraturan ini adalah untuk mengawasi komoditas yang memiliki peranan penting dalam perekonomian negara.

Menurut data yang didapat dari Kemendag, total produk wajib L/C pada Januari-September 2014 lalu menghasilkan nilai ekspor sebesar US$ 43,86 miliar.

Untuk itu, penting adanya pengawasan dari pemerintah untuk menaikkan nilai ekspor komoditas tersebut di tahun-tahun mendatang.

Arlinda menambahkan, selain memiliki kontribusi besar bagi perekonomian negara, komoditas tersebut merupakan sumber daya alam yang harus dijaga kelestariannya.

L/C dianggap sebagai salah satu sarana yang tepat untuk menjaga ketahanan sumber daya yang menjadi komoditas utama Indonesia.

Keuntungan lain yang diharapkan timbul dengan hadirnya peraturan ini adalah untuk sektor industri perbankan dalam negeri.

Melalui L/C, bank-bank yang menjadi perantara dapat memperoleh keuntungan dari pembayaran biaya administrasi serta komisi transaksi.

Optimalisasi rantai pasokan

Chairman of Global Counsel Lord Mandelson menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah Pemilu 2014 menunjukkan tren positif sekaligus berpotensi membuka peluang bisnis baru.

Apalagi, pemerintah baru memasang target ambisius meningkatkan ekspor sebesar 300% untuk periode lima tahun ke depan.

Kendati demikian, Indonesia menghadapi permasalahan terkait ketersediaan pasokan barang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan luar negeri.

"Langkah utama menguatkan pasar dalam negeri adalah membangun infrastruktur untuk mengintegrasikan satu pulau dengan pulau lain. Terkait perdagangan luar negeri, saya menilai Indonesia sebaiknya tidak sekadar memasuki Asean, tetapi meningkatkan penetrasi ke pasar global yang lebih luas," ujarnya di sela-sela acara Indonesia's Future in Global Supply Chain: The Challenge for Indonesia's New Government, Kamis (12/2/2015).

Mantan Komisioner Perdagangan Uni Eropa tersebut menjelaskan problema lain yang menghadang pertumbuhan perdagangan Indonesia adalah sisi pasokan.

Strategi pemerintah untuk mengurangi ekspor komoditas primer dinilai tepat.

Indonesia memang sebaiknya mulai memfokuskan memproduksi barang bernilai tambah, misalnya mengembangkan industri manufaktur dan jasa.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapi Indonesia terkait supply dan demand, tak akan terpecahkan jika pemerintah hanya mengandalkan industri dalam negeri.

Pasalnya, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk membuat kebijakan yang berorientasi pada kebutuhan di dalam negeri.

Pasalnya, sebagai negara yang tengah mengembangkan value chain dan kebutuhan infrastruktur, Indonesia harus mampu memperluas perdagangan komoditas unggulan dan jasa yang memiliki nilai tambah.

Tak lupa, Pemerintah juga harus berkompetisi memperebutkan modal tetap (fixed capital), seperti negara berkembang pada umumnya.

Namun, dia mempertanyakan seberapa siap Indonesia untuk bersaing memperebutkan foreign direct investment (FDI) di tengah sengitnya persaingan global saat ini.

"Banyak orang menganggap dengan mempermudah masuknya FDI akan merusak bisnis produsen dalam negeri. Namun, persepsi sangat dangkal.

Saya berpendapat FDI bisa diminimalisir jika pemerintah beroritentasi mengejar kinerja ekspor di masa mendatang."

Berita Satu/Bisnis Indonesia/AS

KAI bangun KA Priok terkendala lahan

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro tak berani menargetkan rampungnya proyek rel kereta Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat ini KAI masih menghadapi alotnya pembebasan lahan buat proyek tersebut.
"Ini kan persoalan lahan. Saya agak khawatir kalau bilang target," kata Edi di Jakarta Railway Center, Jakarta, kemarin sore, Selasa, 17 Februari 2015.

Namun Edi tak sepakat persoalan pembebasan lahan itu disebut kendala.

KAI, kata Edi, hanya mengikuti prosedur ganti rugi tanah buat masyarakat.

"Kalau rel kereta api itu prinsipnya tanah. Konstruksi itu cepat," kata Edi.

Namun Edi berharap pembebasan tanah buat rel yang menghubungkan Stasiun Pasoso dengan Pelabuhan Tanjung Priok tersebut bisa kelar tahun ini.

Pada Juli tahun lalu, KAI mengambil alih proyek rel kereta barang Stasiun Pasoso-Tanjung Priok dari Kementerian Perhubungan.

Pengambilalihan itu disebut untuk mempercepat pengerjaannya.

Namun KAI belum berhasil membebaskan lahan buat pembangunan rel kereta barang tersebut.

Dari total lahan yang harus dibebaskan seluas 6.151 di Kelurahan Koja, Jakarta Utara, baru 4.554 meter persegi lahan (27 kepala keluarga) yang sudah dibebaskan.

Sisanya, 1.597 meter persegi (9 kepala keluarga) belum dibebaskan.

Mandat penuh

Menurut Edi Sukmoro, perseroan telah mendapatkan mandat untuk mengelola jalur di Tanjung Priok agar terintegrasi sampai ke pelabuhan.

Mandat tersebut dikantongi KAI lantaran Dirjen KA Kemenhub batal membangun di jalur itu.

"Dari mereka (Dirjen KA Kemenhub-red) janjinya sampai akhir tahun ini menyelesaikan, tapi mereka nggak bisa mengatasi, akhirnya diserahkan ke KAI. Kami baru saja menerima surat pelimpahannya," ucap Edi di Jakarta, Selasa (17/2) petang.

Untuk selanjutnya, KAI akan membereskan segala hal yang diperlukan agar jalur kereta api bisa beroperasi sampai ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Beroperasinya jalur kereta sampai ke Pelabuhan Tanjung Priok diyakini bisa membantu pemerintah untuk mengatasi kemacetan.

Pasalnya, selama ini jalur darat menuju Pelabuhan Tanjung Priok kerap dilalui kontainer yang membawa barang-barang. Hal itu menyumbang kemacetan sebesar 85 persen.

"Nah dengan adanya kereta sampai ke Pelabuhan Tanjung Priok, barang-barang tersebut bisa diangkut lewat jalur kereta.

Akan kami bereskan, nanti kereta akan muncul. Tinggal prasarana saja, kami siapkan nanti dua jalur. Tentu ini akan mengatasi kemacetan di Tanjung Priok," tegas Edi.

Rute KRL

PT Kereta Api Indonesia berencana membuka dua rute baru Kereta Api Listrik (KRL) Commuter Line, yakni rute Stasiun Jakarta Kota - Tanjung Priok dan Stasiun Citayam - Nambo.

Kepala Humas Daop I PT KAI Bambang S Prayitno mengaku persiapan sudah 90 persen. "Masih 90 persen persiapannya. Sedikit lagi akan dioperasikan," terangnya saat menghubungi Warta Kota, Selasa (17/2).

Menurut dia, persiapan-persiapan yang telah dilakukan saat ini yakni pembenahan meliputi kesiapan stasiun, jalur kereta, dan listrik aliran atas (LAA) untuk daya KRL.

"Untuk loket-loket pelayanan penjualan tiketnya sendiri dan pemasangan gate elektronik, dan untuk keluar maupun masuk penumpang sudah siap," jelasnya.

Ia juga menambahkan, dalam waktu dekat sarana dan prasarananya terkait persiapan tersebut akan segera diuji.

"Nanti satuan kerja dari Direktorat Perkeretaapian dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI, yang akan melakukan pengujian," katanya.

Hasil pengamatan wartakotalive.com saat di Stasiun KA Tanjung Priok, suasana dan kondisi di lokasi nampak sepi.

Stasiun yang dibangun pada tahun 1877 dan dibuka pada tahun 1914 ini, tak terlihat aktivitas kereta, baik di jalur 1, 2, 3 dan 4.

Terlihat juga para pegawai PT KAI berlalu lalang di dalam stasiun yang sempat mati suri beberapa kali itu.

Tak hanya itu, terlihat tiang-tiang LAA sudah terpasang rapih, diantara jalur KA.

tribunnews.com/tempo.co/jpnn.com

Heboh, buah beri asal Cina picu Hepatitis A

Jumlah warga Australia yang terserang Hepatitis A setelah memakan buah beri beku meningkat menjadi 14 orang di empat negara bagian. Departemen Kesehatan Australia mengatakan mereka sedang menyusun respon kesehatan nasional untuk mengatasi wabah itu.
Anak-anak di beberapa sekolah di seluruh negara bagian mungkin telah mengonsumsi buah beri yang tercemar itu. )

Distributor beri tersebut, Patties Food, menarik empat produk mereka.

Beri beku yang dikemas di China diduga menjadi penyebab wabah Hepatitis A tersebut.

Tapi Kepala Pejabat Medis Australia, Chris Baggoley, mengatakan dalam jumpa pers hari Rabu bahwa sumber virus itu masih belum bisa dikonfirmasi.

Namun ia mengakui bahwa beri itu adalah satu-satunya kaitan di antara semua kasus.

Baggoley mengatakan sangat penting untuk meletakkan kasus ini dalam perspektif yang tepat, dengan hanya satu dari 100 orang yang mengonsumsi beri impor dari Cina itu yang terkena Hepatitis A.

"Beberapa orang akan mengalami gejala-gejala Hepatitis A, beberapa lainnya akan mengalami gejala ringan, tapi penyembuhan total adalah kunci," katanya.

Senator independen Nick Xenophon mengatakan wabah itu mengungkap "kegagalan sistematis" dalam pengawasan keamanan makanan impor Australia.

"Beri ini dianggap 'berisiko rendah' tapi tidak lolos pemeriksaan kesehatan dasar, karena mengandung bakteri yang umumnya ditemukan di tinja," kata Xenophon, seperti dikutip ABC.

Berita mengenai wabah itu muncul pada hari Sabtu pekan lalu setelah pejabat kesehatan di Victoria mengatakan produk beri beku itu telah diidentifikasi sebagai kaitan di antara empat kasus Hepatitis A di dua negara bagian.

Kasus serupa telah dilaporkan di New South Wales, Queensland dan Australia Barat.

Hepatitis A adalah penyakit hati yang bisa mengakibatkan mual dan demam.

Penyakit ini biasanya menular melalui makanan atau air yang tercemar tinja dari orang yang mengidap virus ini.

Masuk ke Padang

Setelah penjualan buah apel impor dengan merk granny smith dan Gala dilarang karena mengadung bahteri berbahaya, kini mulai muncul di Pasar Raya Padang jeruk impor kecil-kecil berasal dari Australia.

Jeruk Australia ini dijual separuh dari harga normalnya di toko buah dan mall.

Dari pantauan Haluan di lapangan, Selasa (17/2) di beberapa mall di Padang, harga satu kilo jeruk Australia ini mencapai Rp50.000 per kilonya, sedangkan di Pasar Raya hanya Rp30.000 per kilonya.

Kalau dibeli tiga ons di pasar hanya Rp10.000, sedangkan di mall tiga ons kisaran Rp21.000.

Salah seorang pedagang buah jeruk Australia di Pasar Raya Padang Nani (52 tahun) mengaku sebelumnya adalah pedagang buah apel, anggur, dan lengkeng impor.

Tapi setelah pemberitaan adanya larangan menjual buah apel impor dengan merk tersebut, dagangan saya seperti anggur, apel tidak laku lagi dijual.

“Sebagian besar pembeli beranggapan bahwa semua buah impor ini tidak aman untuk dikonsumsi, bahkan saya sudah menerangkan bahwa tidak semua apel atau buah impor yang dilarang tapi hanya dua merk tertentu saja. Tapi pembeli sepertinya takut dan tidak percaya,” ungkapnya, Selasa (17/2).

Surutnya pendapatan tersebut membuat Nani dan suaminya beralih menjual buah lokal, seperti apel malang, salak pondoh, strawberry Alahan Pajang, dan satu jenis buah impor yakni jeruk Australia.

Alasannya memilih untuk menjual jeruk Australia ini, karena ia optimis dapat laku keras.

“Harga jeruk Australia ini kan sejak apel dilarang harganya juga turun, makanya saya coba saja menjual. Alhamdulillah peminatnya lumayan banyak, karena harga di pasar jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga mall,” ujarnya.

Silvi (23 tahun, salah seorang pembeli jeruk Australia mengaku sangat menyukai buah jeruk yang satu ini.

Karena selain rasanya yang segar juga berkhasiat untuk menghilangkan bau mulut.

“Saya sangat menyukai buah jeruk yang bentuknya imut ini, karena manisnya asli dan segar saat dimakan. Selain itu, jeruk ini juga bisa menghiangkan bau mulut.

Kalau saya makan jengkol atau petai, setelah itu saya makan jeruk ini lima buah setelah itu bau jengkolnya langsung hilang,” ujarnya.

Bebas bakteri Listeria

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang menyatakan bahwa hasil uji laboratorium terhadap apel jenis Granny Smith dan Gala yang diimpor dari Amerika Serikat dan beredar di pasaran Kupang, dinyatakan tidak terkontaminasi bakteri Listeria monicytogenes.

"Hasil pengujian telah kami dapatkan dan dari 10 jenis sampel apel segar yang dilakukan uji lab dinyatakan negatif," kata Kepala BPOM Kupang, Ruth D Laiskodat di Kupang, Kamis (19/2).

Ia menjelaskan, uji laboratorium tersebut dilakukan karena adanya surat dari kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Timur (NTT) Bruno Kupok, Nomor Perindang. KK.553/28/2015 perihal permintaan uji laboratorium.

Usai mendapatkan surat tersebut pihaknya langsung melakukan pengambilan sampel apel segar jenis Roya Gala dan Granny Smith di BPOM Kupang dan disaksikan oleh petugas dari Disperindag, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kupang, dinas Pertanian Kota Kupang serta pemilik buah apel segar tersebut.

"Mereka sengaja diajak untuk memperhatikan bagaimana kami melakukan uji laboratorium," ujarnya.

Teknik sampling sendiri menurut Ruth dilakukan secara acak terhadap produk apel segar yang diamankan untuk masing-masing jenis apel, mulai dari enam pemilik buah apel segar dan dilakukan sampling sebanyak sepuluh jenis sampel.

"Hasilnya juga kami serahkan kepada Kepala Dinas Perindang NTT," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat berhati-hati saat mengkonsumsi buah-buahanan dan juga sayur sayuran, sebab bakteri tersebut dapat mengontaminasi sayur dan buah.

"Disarankan untuk selalu mencuci sayur dan buah dengan air berstandar air minum, selain itu perlu adanya perhatian khusus seperti membersihkan bagian dalam dinding lemari es, talenan, meja dapur, cuci tangan dengan air hangat dan jangan lupa untuk membersihkan tumpahan di dalam lemari es," katanya.

Sultra terbebas dari apel AS

Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak lagi memperdagangkan apel impor asal Amerika Serikat di pasaran setelah buah asal negara tersebut diketahui mengandung bakteri listeria monocytogenes yang membahayakan keselamatan jiwa konsumen.

"Sejak ditemukan adanya apel asal Amerika yang mengandung bakteri oleh BPOM Kendari akhir Januari 2015, para distributor dan para pedagang tidak lagi memperdagangkan apel impor asal Amerika," kata anggota Tim Jejaring Keamanan Pangan Sultra, Hasrul di Kendari, Kamis (19/2).

Ia mengatakan, Tim Jejaring Keamanan Pangan Sultra, hari Rabu (18/2) kemarin memusnahkan barang bukti sebanyak 18,5 kilogram apel impor asal Amerika Serikat yang diketahui mengandung bakteri listeria monocytogenes.

Dengan pemusnahan barang bukti tersebut kata dia, masyarakat Sultra, khususnya warga Kota Kendari dan sekitarnya tidak perlu khawatir lagi untuk mengonsumsi buah apel, terutama apel lokal.

"Kami menjamin, dengan pemusnahan apel impor berbakteri yang dapat membahayakan kesehatan ini, masyarakat sudah aman untuk mengonsumsi apel," katanya.

Menurut Hasrul yang juga Kepala Balai Karantina Kelas IIA Kendari itu, apel impor asal Amerika Serikat yang sudah dimusnahkan adalah jenis Granny Smith dan Gala.

Melalui uji kata dia, kedua jenis apel tersebut terbukti mengandung bakteri listeria monocytogenes.

tribunnews.com/pikiran-rakyat.com/harianhaluan.com/beritasatu.com/Antara

Kamis, 20 November 2014

Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 7 Persen

TEMPO.COSurabaya - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan kenaikan tarif angkutan penyeberangan hanya berlaku untuk kendaraan roda empat. Rata-rata kenaikan mencapai 7,43 persen. Sedangkan tarif untuk penumpang dan sepeda motor tidak akan dinaikkan. "Ini karena untuk membantu masyarakat yang kurang mampu," kata Wahid kepada Tempo, Kamis, 20 November 2014.

Wahid mengatakan khusus untuk angkutan lintas perintis tidak akan dinaikkan. Kenaikan itu akan dibebankan kepada pemerintah. Nilainya maksimal 10 persen, sesuai dengan besaran kenaikan harga bahan bakar minyak. "Kenaikan akan jadi beban pemerintah, maksimal 10 persen," ujarnya. 

Di Jawa Timur, angkutan lintas perintis di antaranya beroperasi di penyeberangan Jangkar-Kalianget, Jangkar-Sapudi-Raas-Kalianget, dan Paciran-Bawean. Wahid mengatakan kapal lintas perintis dimiliki operator dan keberadaannya dibantu pemerintah. 

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menetapkan kenaikan tarif angkutan maksimal 10 persen. Kenaikan ini menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak sampai Rp 2.000.

Selasa, 15 Juli 2014

PELINDO II Raup Omset Rp1,77 Triliun Triwulan I/2014

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II mencatatkan total pendapatan bersih Rp1,77 triliun pada trwiluan I tahun ini atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II R. J. Lino mengatakan, dari total tersebut, perusahaan menerima laba bersih sebesar Rp332,28 miliar pada triwulan I tahun ini.
Dia menuturkan, pada triwulan I tahun ini realisai arus peti kemas di 12 cabang pelabuhan Pelindo II sebanyak 1,234,707 box atau sebanyak 1,617,276 TEUs. Pelabuhan Tanjung Priok sendiri, katanya, melayani 1,416,300 juta TEUs atau mencapai 88% dari seluruh kontainer yang dilayani oleh pelabuhan-pelabuhan di bawah pengelolaan perusahaan.
Di sisi lain, katanya, kenaikan tarif arus barang terjadi di dermaga curha, seperti pada curah cair (liquid bulk) yang mengalami kenaikan tipis sebesar 0,08% dari 6,521,310 ton pada triwulan I 2013 menjadi 6,526,539 ton pada triwulan I 2014.
Begitu juga dengan curah kering (dry bulk) mengalami kenaikan sebesar 5% dari 10,314,411 ton pada triwulan I 2013 menjadi 10,937,671 ton pada triwulan I 2014. Sementara realisasi general cargo yaitu sebesar 3,289,131 ton dan bag cargo sebesar 2,312,791 ton. Sedangkan, arus penumpang dalam negeri pada triwulan I 2014 jumlahnya sebesar 201,796 orang.
Menurutnya, sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan memenuhi tuntutan pasar yang semakin berkembang, perusahaan terus menggiatkan berbagai langkah yang menunjang efektivitas dan efisiensi layanan.
Di sisi lain, perusahaan juga menyoroti persoalan dwelling time, kami optimis dapat memperbaiki waktu tunggu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi 4 hari sesuai arahan dari Menko Perekonomian Chairul Tanjung.
"Dengan berbagai perbaikan operasional di lapangan dan melalui koordinasi dengan Bea Cukai dan Otoritas Pelabuhan, proses keluar masuk barang akan lebih cepat dan lancar," katanya melalui siaran persnya, Senin (14/7).
Untuk dwelling time sendiri, katanya, Pelindo II telah melakukan berbagai upaya perbaikan operasional untuk meningkatkan waktu sandar kapal dan bongkar muat (dwelling time) dari 7,9 hari pada Desember 2013 menjadi 6,02 pada Juni 2014. Berdasarkan arahan dari Menteri Koordinator Perekonomian Chahriul Tandjung, IPC diminta untuk semakin meningkatkan dwelling time dengan target menjadi 4,0 hari pada akhir 2014.

Jumat, 04 Juli 2014

PEMBLOKIRAN LAYANAN IMPOR: Ini Hukuman Bagi Importir Jika Melanggar

Bisnis.com, JAKARTA -- Ditjen Bea dan Cukai tengah menjajaki regulasi pemblokiran layanan bagi importir yang tidak mengeluarkan barang dari pelabuhan, maksimal tiga hari sejak importir mendapatkan surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB).
Direktur Penerimaan, Peraturan Kepabeanan dan Cukai Susiwijono Moegiarso mengatakan proses penanganan pengeluaran barang atau post clearance selama ini masih cukup lama. Alhasil, berdampak terhadap masa tunggu dan bongkar muat pelabuhan alias dwelling time.
“Kadang importir itu meski sudah pegang SPPB, barang-barangnya masih aja belum keluar, bahkan sampai dua pekan. Padahal, seharusnya pada detik itu importir mengeluarkan barang dari pelabuhan,” kata Susiwijono, Kamis (3/7/2014).
Susiwijono mengaku pemblokiran layanan tersebut merupakan kewenangan otoritas bea dan cukai dalam konteks layanan impor. Menurutnya, upaya tersebut lebih efektif ketimbang menaikkan tarif penyimpanan barang di pelabuhan hingga ratusan persen.
Dia menilai para importir dipastikan akan membayar berapapun tarif penyimpanan barang yang ditetapkan otoritas pelabuhan. Hal itu dikarenakan masih banyak importir yang tidak memiliki gudang atau sistem penyimpanan barang di luar pelabuhan.
“Anda kalau jadi importir, mau dinaikkan hingga 300% atau 700% pasti tetap akan bayar kan, karena itu tinggal dibebankan ke komponen biaya. Sekarang kami mau atur dari regulasi, pokoknya enggak ada ampun, barang-barang importir harus keluar sebelum tiga hari,” tuturnya.
Menurutnya, batas waktu tiga hari itu sudah dilakukan simulasi oleh Ditjen Bea dan Cukai. Nantinya, regulasi itu akan disosialisasikan kepada dunia usaha. Adapun, aturan tersebut akan merevisi PMK No.144 /PMK.04/2007 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor.
Meski masih dalam kajian, Susiwijono mengaku optimistis upaya tersebut mampu menurunkan waktu dalam tahap post clearance jauh lebih drastis. Alhasil, berdampak positif terhadap dwelling time di seluruh pelabuhan di Indonesia.