Selasa, 14 Juni 2011

PEMBERITAHUAN

Pemberitahuan kepada customer PT.Sinar Pratama Transport. Bahwa sejak tanggal 11 juni 2011 PT.Sinar Pratama Transport telah pindah ke Jl.Swasembada Timur VII No.38 Rt 008 /  Rw 010. Kelurahan Kebun Bawang Tanjung Priuk-Jakarta-Utara. Dan untuk sementara waktu bisa menghubungi kami ke Nomor Telpon: 021-43924473.
Demikianlah pemberitahuan ini kami buat, dan kami minta maaf, apabila beberapa hari ini kami tidak merespon telepon di alamat lama kami.
Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih

Hormat kami'
PT.SINAR PRATAMA TRANSPORT

Yohanes Saputra
+62 852 1002 3774 

Pemerintah Akui RI Ketergantungan Impor Susu


Jakarta - Pemerintah mengakui Indonesia masih kekurangan pasokan susu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, Indonesia masih sangat membutuhkan impor susu dari luar.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (14/6/2011).

"Masih banyaklah impornya. Memang kita kurang kok susunya, mau bagaimana," ujarnya.

Menurut Bayu, sebanyak 40% pasokan susu di Indonesia masih dipenuhi dari impor. Sisanya didapat dari produksi susu lokal.

"Kita impor kalau nggak salah masih sekitar 40% dari total kebutuhan. Kita baru bisa memenuhi 60% (susu sapi lokal)," ujarnya.

Bayu menjelaskan, Indonesia hanya memiliki 3 pusat produksi susu sapi, yaitu di Bandung, Malang, dan Boyolali karena hanya di tempat tersebutlah sapi perah dapat menghasilkan susu dengan baik.

"Indonesia ini, Indonesiamu yang tercinta itu, sentra produksi susu cuma ada 3, cuma ada Bandung, Malang, sama Boyolali dan memang hanya di situ saja sapi perah bisa hidup dengan baik," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bayu mengatakan pemerintah menargetkan 75% pemenuhan kebutuhan susu sapi didapat dari produksi lokal. Saat ini, Indonesia baru bisa memenuhi 60% kebutuhan susu sapinya yang berasal dari dalam negeri.

"Target kita mudah-mudahan bisa sampai 75% (pemenuhan susu dari dalam negeri). Saat ini, sudah berhasil sampai 60%," ucapnya.

Bayu menjelaskan, pemerintah sudah melakukan banyak program untuk mencapai target tersebut, beberapa diantaranya adalah memodernisasi peternakan sapi dan memperbesar skala usaha peternak sapi.

"Kita tingkatkan kualitas dari sapinya dengan ganti bibitnya dengan yang lebih tinggi, kita moderenisasi peternaknya, kita perbesar skala usaha dari peternak, kita perbaiki ransum. Semua kita lakukan," ujarnya.

(ade/dnl)

Kamis, 02 Juni 2011

TOL PRIOK SEKSI CILINCING-JAMPEA RP. 1,04 TRILIUN SIAP DIBANGUN

Jakarta- Proyek tol akses Tanjung Priok Seksi E-2 atau Cilincing-Jampea senilai Rp. 1,040 triliun siap dibangun. Hal ini dipastikan setelah adanya penandatanganan kontrak antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan Kajima Waskita Karya Joint Operation.

Dana pembangunan tol ini berasal dari dana pinjaman Japan Bank or International Cooperation (JBIC). Pembangunan meliputi jalan atas (elevated) sepanjang 2,74 Km, on/off ramp sepanjang 1,97 Km dan pelebaran jalan arteri.

Sesuai dengan kontrak, jangka waktu pelaksanaan pembangunan selama 28 bulan sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dengan jangka waktu pemeliharaan selama 12 bulan.

Dirjen Bina Marga PU Djoko Murjanto dalam keterangan tertulisnya (29/4/2011) mengatakan bahwa Jalan Tol Akses Tanjung Priok diharapkan dapat memberi kontribusi yang penting untuk menghindari kemacetan yang terjadi dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok. Diharapkan pembangunan Tol Priok Seksi E-2 ini bisa segera dilaksanakan.

Djoko menepis anggapan bahwa pembangunan Tol Priok Ruas E-2 terhambat karena masalah pembebasan lahan makam Mbah Priok, sebab kedua area tersebut tidak memiliki kaitan.

Mengenai masalah pembebasan lahan, ruas tol ini belum sepenuhnya dibebaskan. Tanah masyarakat di daerah Semper yaitu lokasi pertemuan seksi E-1 dan E-2 merupakan tanah milik Kementerian PU dan telah dilakukan sosialisasi dan inventarisasi terhadap 48 bangunan warga.

Sementara itu, tanah milik TNI AL seluas 14.000 meter persegi sudah siap digunakan, juga tanah milik Pemprov DKI di Terminal Merdeka dan SMA 73. Khusus di daerah Kalibaru, untuk area sepanjang 196 meter masih terdapat 82 bangunan rumah yang belum dibebaskan.

Sebelumnya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengoperasikan tol Tanjung Priok seksi E-1 atau Rorotan-Jampea yang baru akan dibangun.

Untuk sementara ruas tol Rorotan-Cilincing digratiskan sebagai bagian uji coba operasi tol sepanjang3,4 Km ini mulai minggu (17/4/2011) hingga akhir Mei 2011.

Jumat, 27 Mei 2011

Operasi Truk Dibatasi, Pengusaha Rugi Rp 12 Miliar/Hari

Jakarta - Pembatasan jam operasional truk di tol dalam kota beberapa waktu lalu mengakibatkan pengusaha angkutan truk mengalami kerugian Rp 12 miliar per hari.

Akhirnya, Truk Bebas Masuk Tol Dalam Kota

Jakarta - Berdasarkan keputusan rapat bersama kementerian koordinator bidang perekonomian akhirnya membatalkan pemberlakuan pembatasan lajur truk angkutan barang di tol dalam kota.

Kamis, 26 Mei 2011

Kamis, 26/05/2011 14:19 WIB JICT Klaim Arus Kontainer Jalur Merah Tanjung Priok Sudah Normal



ilustrasi

Jakarta - Pihak Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok menyatakan kegiatan pemindahan lokasi penumpukan dan pemeriksaan fisik peti kemas jalur merah atau behandle mulai berlangsung normal. Setelah sebelumnya sejak tanggal 20 Mei 2011 proses behandle di JICT sempat terhenti.

Senin, 23 Mei 2011

Kebijakan BBM Bersubsidi Diputuskan Juli

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menghangat. Pemerintah dan DPR akan kembali membahas kebijakan subsidi BBM mulai minggu ketiga Mei ini.