Jumat, 06 Januari 2012

KONVERSI ENERGI: Konverter angkutan umum gratis

JAKARTA: Pemerintah akan memberikan secara gratis alat konversi bagi kendaraan umum termasuk taksi yang mengalihkan penggunaan bahan bakar minyak menjadi gas, sebagai kebijakan untuk mengurangi penggunaan bensin premium yang selama ini disubsidi negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan untuk mobil pribadi akan diarahkan untuk memilih tetap menggunakan BBM dengan membeli jenis Pertamax atau mengkonversinya untuk menggunakan gas.

“Kendaraan umum taksi akan pindah ke gas langsung. Konverter diberikan negara, oleh pemerintah. Cuma-cuma,” kata Jero menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini.

Jero mengatakan kendaraan pribadi bisa membeli alat konversi (converter kit) yang dijual dengan harga Rp11 juta-Rp15 juta, dan bisa menggunakan gas sebagai bahan bakar yang harganya lebih murah dibandingkan Pertamax, yaitu Rp3.100-Rp4.000 per liter setara premium.

Dia mengatakan pada masa mendatang, semua mobil pribadi baru yang dikeluarkan pabrik mobil selanjutnya sudah melengkapi produk kendaraannya dengan alat konversi.

“Konverter  kita baru punya 300. Menperin sendang mengolah,”  kata Jero. (faa)

Insiden Batavia Air di Sepinggan diinvestigasi

BALIKPAPAN: Otoritas Bandara Wilayah VII Bandar Udara Sepinggan Balikpapan akan melakukan audit terhadap peristiwa ditrabaknya sayap belakang pesawat (left hand horizontal stabilizer) milik maskapai Batavia Air oleh tangga turun penumpang hingga mengakibatkan robek sekitar 10 centimeter.
 
Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VII Rustiono Prawiro mengatakan investigasi sementara menyebutkan bahwa ada keteledoran dari kru ground handling sehingga peristiwa tersebut bisa terjadi.
 
“Karena posisi sayap belakang itu cukup jauh dari pintu keluar pesawat sehingga pasti unsur keteledoran itu ada,” ujarnya, Rabu 4 Januari.
 
Peristiwa ditrabaknya sayap pesawat jenis Boeing 737-300 dengan nomor lambung pesawat PK-YVY terjadi di Bandara Juwata Tarakan pada Selasa (4/12) pukul 11.00 Wita.
 
Pesawat dengan nomor penerbangan Y6-251 tujuan Tarakan itu baru saja mendarat dan akan mulai menurunkan penumpang. Akibatnya, pesawat dengan rute Tarakan–Balikpapan harus mengalami penundaan penerbangan.
 
Rustiono menambahkan kru ground handling tersebut merupakan perusahaan pihak ketiga yang dikontrak oleh Batavia Air untuk membantu kegiatan operasional di bandara yakni PT Citra Dunia Angkasa (PT CDA). Dia mengatakan pesawat tersebut sempat harus diinapkan satu malam di bandara karena tidak laik terbang.
 
Pihaknya juga sudah mendapatkan laporan bahwa kerusakan tersebut tidak merusak bagian dalam komponen meskipun terjadi robekan yang cukup besar pada bagian yang ditabrak.
 
Rustino menjelaskan pihak Batavia Air sudah melakukan penggantian komponen sehingga pada pukul 07.00 Wita tadi pesawat tersebut sudah kembali beroperasi.
 
Nantinya hasil audit tersebut akan dijadikan acuan bagi pihaknya dalam memberi tindakan terhadap PT CDA. Namun, Rustiono mengatakan hal yang sudah pasti dilakukan adalah memberikan peringatan pertama pada perusahaan ground handling tersebut.
 
Sementara itu, District Manager Batavia Air Tarakan Handy Dwi Rianto mengatakan akibat kejadian tersebut ada sekitar 40 penumpang pesawat yang harus tertunda keberangkatannya menuju Balikpapan dan Surabaya.
 
“Namun kami sudah menjalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia termasuk memberikan kompensasi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara,” ujarnya.
 
Handy mengatakan beberapa penumpang ada yang diterbangkan menggunakan maskapai penerbangan lain karena tidak menginginkan uang pengganti tiket. Adapula, penumpang yang meminta uang pengganti untuk mencari penerbangan lain. Sementara itu, sekitar 15 penumpang memilih untuk diinapkan dan diterbangkan pada Rabu (4 Januari) yang seluruh akomodasinya ditanggung oleh Batavia.
 
Dia mengakui kejadian ditabraknya ekor pesawat ini merupakan kejadian yang pertama kali terjadi di Indonesia. Untuk itu, pihaknya juga akan mereview kinerja perusahaan pihak ketiga yang bekerja sama dengan Batavia Air.
 
Klaimkan kerugian
 
Handy mengungkapkan kejadian ini bukan merupakan kesalahan pihak maskapai karena yang melakukan kegiatan tersebut adalah rekanan Batavia. Untuk itu, pihaknya berencana akan mengajukan klaim kerugian kepada PT CDA.
 
Dia mengatakan PT CDA sudah menyatakan komitmen untuk melakukan ganti rugi karena kesalahan memang berada pada pihaknya.
 
“Nilai kerugiannya masih kami hitung karena ada banyak komponen. Kemungkinan besar juga termasuk penggantian tiket pesawat ataupun refund kepada penumpang,” tukasnya.
 
Selain harus membayar keterlambatan penumpang di Tarakan, Batavia Air juga harus memberikan kompensasi pada penumpang rute Balikpapan–Tarakan yang berangkat pada hari yang sama.
 
Kendati demikian, Koordinator Sales Batavia Air Balikpapan Niswan Kusdalyadi mengatakan keterlambatan penerbangan tersebut tidak sampai melebih 3 jam karena ada bantuan unit dari Jakarta. (ea)
 

Jumat, 23 Desember 2011

Bongkar muat di Tanjung Perak diatur ulang

SURABAYA: PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo) dan otoritas pelabuhan bersama mengeluarkan regulasi teknis pengaturan kegiatan bongkar muat barang khususnya mengantisipasi pergantian tahun.

Regulasi dasarnya telah ditetapkan oleh OP III melalui Surat Edaran Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak nomor : UM.003/09/10/OP.Tpr-11 pada 14 Desember 2011.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III, Edi Priyanto mengatakan pihaknya telah mengintrunsikan Cabang Tanjung Perak untuk menyiapkan segala sesuatunya guna mengantisipasi pergantian tahun nanti.

"Prinsipnya tetap mengacu pada SE OP III yang bernomor  UM.003/09/10/OP.Tpr-11 tersebut. Harapannya agar pengaturan kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak bisa tetap lancar sehingga arus logistik yang melalui pelabuhan tidak tersendat," kata Edi kepada Bisnis, hari ini, (Kamis, 22/12).

Regulasi dan tata cara pengaturan itu, kata Edi, dilakukan berdasarkan pengamatan dan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya.

"Pada setiap malam pergantian tahun, tampak lalu lintas padat di sepanjang jalan Perak Barat dan jalan Perak Timur, penuh dengan kendaraan bermotor masyarakat yang merayakan malam tahun baru."

Edi menerangkan SE OP III itu berisi  diantaranya bahwa dalam rangka menjamin keamanan, ketertiban lalu lintas kendaraan dan kelancaran kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 31 Desember 2011, maka akan ada pengaturan-pengaturan.

Pengaturan itu, pertama, untuk kegiatan angkutan darat seperti truck, trailer, dan sejenisnya,  khusus untuk Terminal Jamrud dan Kalimas dilaksanakan hingga 18.00 WIB, sedangkan terhadap kegiatan bongkar muat pada Terminal Jamrud dan Kalimas agar dapat menyesuaikan waktu, kecuali kegiatan bongkar muat via gudang/lapangan penumpukan.

Pengaturan kedua untuk terminal lainnya yaitu Terminal Nilam, Terminal Berlian, Terminal Mirah dan Terminal Petikemas di PT Terminal Petikemas Surabaya, yang akses jalannya tidak melewati jalan Perak Timur dan jalan Perak Barat, maka kegiatan bongkar muat berjalan seperti biasa.

Secara khusus Edi menegaskan tidak hanya pengaturan dalam kegiatan bongkar muat, Pelabuhan Tanjung Perak juga akan melakukan pengamanan lebih ketat dan terkonsentrasi khususnya pada fasilitas pelayanan umum yaitu pada terminal penumpang pada saat menjelang natal dan tahun baru 2012.

Dia menambahkan seperti biasanya sebagian warga Surabaya kemungkinan akan datang merayakan tahun baru 2012 memadati kawasan Surabaya bagian utara tidak terkecuali Pelabuhan Tanjung Perak. (k21/Bsi)

Jumlah penumpang angkutan Natal diprediksi naik 3,65%

JAKARTA: Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah penumpang angkutan Natal dan Tahun Baru 2012 naik 3,65% menjadi 9,33 juta orang dibanding posisi tahun lalu.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, kenaikan terbesar dicatat
angkutan pesawat udara yang diprediksi melonjak 14,25%, disusul angkutan darat 7,6%. Namun untuk kereta api, malah diprediksi turun 17,62%.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2012 yakni untuk periode 23 Desember 2011-3 Januari 2012.

"Pada dasarnya, kesiapan sektor transportasi menyambut musim libur Natal dan Tahun Baru 2012 sama seperti untuk angkutan Lebaran. Cuma waktunya saja yang berbeda," kata Bambang dalam acara pemaparan Rencana Operasi Angkutan Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, Kamis.

Dia menambahkan setiap direktorat di lingkungan Kemenhub sudah melakukan persiapan. Untuk Ditjen Perhubungan Darat, lanjutnya, sudah melakukan pemantauan di seluruh wilayah pelayanan transportasi darat secara khusus di Pulau Jawa dan Bali baik untuk moda angkutan jalan, maupun moda angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP).

Untuk ASDP, dipantau pada tiga lintas penyeberangan utama yaitu Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Padangbai-Lembar.

Moda yang disiapkan untuk angkutan darat, jelas Bambang, yakni bus 34.690 unit berkapasitas 16,60 juta orang atau naik 0,3% dari posisi angkutan Natal dan Tahun Baru tahun lalu. Untuk ASDP, dikerahkan 87 kapal dengan kapasitas 8,32 juta orang atau naik 5,24%.

Bambang menerangkan untuk angkutan pesawat udara, Ditjen Perhubungan Udara sudah memantau 23 bandara di dalam negeri diantaranya Jakarta, Makassar, Denpasar, Palu, Medan, Solo dan Manado. Selain itu dipantau juga 4 bandara untuk angkutan udara luar negeri yakni Jakarta, Surabaya, Medan dan Denpasar.

"Diprekirakan puncak mudik sebelum Natal pada 24 Desember dan sebelum Tahun Baru pada 31 Desember. Sedangkan puncak arus balik pada 2 Januari 2012," katanya.

Bambang menjelaskan penumpang angkutan udara semasa libur Natal dan Tahun Baru tahun lalu meningkat 23,91% menjadi 2,05 juta untuk penerbangan domestik, penumpang internasional naik 11,55% menjadi 361.718 orang.

"Berdasarkan peningkatan tahun lalu itu, maka kami perkirakan jumlah penumpang pada 2011 domestik naik 15% pada angkutan tahun ini, dan internasional naik 10%," kata Bambang.(api)
 

PT Pos Indonesia siapkan Rp270 miliar garap bisnis logistik

JAKARTA: PT Pos Indonesia menyiapkan dana investasi sebesar Rp 270 miliar yang sebagian besar digunakan untuk mengembangkan core bisnis logistik pada tahun depan.
Direktur Utama Posindo I Ketut Mardjana mengungkapkan penetrasi bisnis logistik menjadi prioritas utama perusahaan berpelat merah tersebut pada 2012.
Posindo, serunya, telah menyuntikkan modal disetor pada bisnis logistik sebesar Rp 50 miliar dari anggaran awal yang mencapai Rp 200 miliar.
Ketut menambahkan pihaknya akan merealisasikan proses pemisahan (spin off) core bisnis logistik pada penghujung tahun ini dan segera memperkenalkan PT Logistik Pos Indonesia pada awal Januari tahun depan.
Ketut optimistis tahun depan akan menjadi momentum percepatan bisnis logistik. Dengan begitu, dia berharap dapat segera meningkatkan struktur permodalan dan mengakuisisi beberapa perusahaan logistik yang potensial.
“Kami ingin mengoptimalkan total aset yang ditaksir mencapai Rp 5 triliun. Namun realisasi pada neraca pembukuan hanya sebesar Rp 450 miliar,” ungkapnya, Kamis 22 Desember.
PT Logistik Pos Indonesia, ujar Ketut, akan memaksimalkan potensi pasar pada sejumlah sektor seperti pergudangan, freight forwarding, dan regulated agent.
Dia menilai Posindo perlu memanfaatkan ceruk pasar logistik nasional yang belum sepenuhnya tergarap.
PT Pos Logistis Indonesia telah mengajukan izin ke Kementerian Perhubungan terkait dengan penanganan regulated agent di Bandara Soekarno-Hatta. Hanya saja, hingga kini Kemenhub belum mengeluarkan izin usaha perusahaan RA. “Kami masih menunggu padahal semua persyaratan sudah dipenuhi.”
Menurut Ketut, pihaknya akan menempuh sejumlah upaya strategis guna mencapai target laba sebesar Rp 182 miliar pada tahun depan. Posindo berencana merevitalisasi sejumlah gedung yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.
“Nantinya di setiap gedung PT Pos ada bank, warehouse, dan pusat perbelanjaan,”ujarnya.
Bisnis properti
Selain mengoptimalkan core bisnis logistik, Posindo berencana membidik sektor properti. Menurut Ketut, pihaknya akan membentuk anak perusahaan yang khusus bergerak pada bidang properti pada Februari tahun depan. Nantinya, Posindo akan menggarap pengembangan shoping center, hotel, butik, dan lainnya.
Ketut mengungkapkan Posindo akan memaksimalkan peluang pendapatan di luar bisnis utama yakni jasa pengiriman paket dan surat. Menurutnya, bisnis surat-menyurat sudah tidak dapat lagi diandalkan menyusul perkembangan teknologi yang kian pesat.
“Saat ini yang tersisa hanya corporate mailing. Personal mailing sudah tidak ada harapan lagi.”  (ea)
 

Rabu, 14 Desember 2011

PT Pos Logistik siap operasi tahun depan

JAKARTA: PT Pos Indonesia mendirikan anak perusahaan bernama PT Pos Logistik Indonesia bermodalkan Rp200 miliar pada akhir tahun ini. 
 
Anak perusahaan yang segera berdiri ini akan menangani transportasi, jasa pergudangan atau warehouse, pengiriman kargo, dan regulated agent atau agen inspeksi. 
 
"Tahun ini kita bentuk PT Pos Logistik Indonesia, tahun ini terbentuk akte notarisnya. Nanti bergerak di bidang transporting, warehouse, freight forwarding, dan regulated agent," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana kepada Bisnis hari ini.
 
Ketut mengatakan sektor logistik itu penting dan pasarnya besar. Namun Pos Indonesia hanya berperan kecil, 0,01% terhadap pasar logistik nasional. "Makanya kami mendirikan anak usaha yang sengaja dipisah dari divisi unit PT Pos Indonesia. Ini bagaimana kita mendorong logistik lebih besar," tutur Ketut.
 
Dia menambahkan pihaknya melakukan spin off atau pemisahan unit logistik menjadi anak perusahaan. Setelah lepas, perusahaan baru ini akan jalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan yang mendukung usahanya, seperti Bulog, Garuda Indonesia dan perusahaan multinasional maupun internasional.
 
Ketut menjelaskan untuk  mendirikan PT Pos Logistik Indonesia ini modal awalnya Rp200 miliar dan modal disetor Rp50 miliar. "Nantinya kita tingkatkan modal ini. Logistik ini akan menjadi besar. Ini hanya modal awal pendirian sebagai bentuk investasi kami," tuturnya.
 
Dia menambahkan PT Pos Logistis Indonesia ini nantinya akan mengurusi regulated agent (RA) atau agen inspeksi yang memeriksa keamanan barang kargo pesawat udara.
 
Untuk RA ini, lanjutnya, Pos Indonesia sudah mengajukan perizinan ke Kementerian Perhubungan, tetapi belum keluar perizinannya hingga saat ini. (arh)

Wah, banyak barang berbahaya lolos pemeriksaan kargo pesawat

JAKARTA: Kargo maskapai Garuda Indonesia meminta agar maskapai, perusahaan regulated agent, dan pemerintah membuat komitmen tertulis mengenai pemberian sanksi atas barang kargo yang lolos dari pemeriksaan.

Hal ini terkait banyaknya ditemukan barang berbahaya yang lolos dari pemeriksaan regulated agent.

Senior Manager Cargo Operation PT Garuda Indonesia Tbk Bhaswata Ngurah Putra mengatakan pihaknya menemukan sejumlah barang berbahaya bagi penerbangan.

Fakta itu didapat setelah melakukan pengecekan secara acak untuk barang-barang kargo yang sebenarnya sudah melalui pengecekan di perusahaan regulated agent khususnya di PT Duta Angkasa Prima Kargo.

"Setelah dilakukan random check dengan x-ray di gudang domestik Garuda,ditemukan barang berbahaya padahal sudah melalui pemeriksaan x-ray di gudang regulated agent PT Duta Angkasa Prima Kargo," kata Bhaswata kepada Bisnis, Selasa 13 Desember.

Dia menambahkan barang-barang berbahaya tersebut di antaranya compressed gas, super engine conditioner yang berisi cairan erosol yang mudah terbakar,compressor berbahan bakar bensin, aerosol, dan baterai basah.

Misalnya, temuan pada periode 13 Oktober 2011, nomor AWB/SMU 126-7763-1886 berupa 1 koli 8 kilogram dengan total 12 koli berat 182 kg dan agen pengirimnya PT TIKI. Barang ini batal dikirim

"Barang-barang ini kami temukan sejak diberlakukan pemeriksaan barang kargo lewat regulated agent, ini berbahaya bagi penerbangan. Jika menyebabkan pesawat meledak diudara,siapa yang harus nanggung, kamisebagai user yang paling bertanggung jawab," kata Bhaswata. (ea)